Halo sahabat selamat datang di website beritaperang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Perang Dingin: China Bangun Kapal Induk Serbu Ketiga, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Duta besar terlama China untuk Amerika Serikat, Cui Tiankai, mengatakan dominasi global tidak ada dalam agenda negaranya.

Di Aspen Security Forum, utusan China untuk Amerika Serikat, Cui Tiankai, dengan percaya diri menekankan, China tidak mencari dominasi global dan tidak ingin konflik dengan Amerika Serikat meningkat lebih jauh.

Diskusi tentang hubungan China-AS, yang telah merosot ke titik terendah sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1979, telah menonjol di forum tersebut, yang juga mengadakan diskusi panel tentang masalah tersebut, yang dimoderatori oleh Joseph Nye dari Harvard University, China Daily melaporkan.

"Agar adil, saya pikir selama beberapa dekade terakhir, kami telah belajar banyak hal dari Amerika Serikat. Tentu saja mereka masih mengatakan kami belum belajar dari AS," ujar Duta Besar Cui, dikutip dari Asia Times.

"Saya pikir kita seharusnya tidak pernah belajar dari obsesi Amerika Serikat terhadap dominasi global," imbuhnya pada acara tahunan tersebut.

Baca Juga: Bom Hiroshima: Akhiri Perang Dunia II, Awali Perang Dingin

"Saya tidak berpikir Perang Dingin baru akan menguntungkan kepentingan siapa pun (atau) akan memberi kami solusi apa pun untuk masalah ini," kata Cui. "Mengapa kita harus membiarkan sejarah terulang… ketika kita dihadapkan pada begitu banyak tantangan baru?"

Cui benar dalam hitungan ini. Perang Dingin tidak akan menguntungkan bangsanya atau dunia ini. Seperti dua anak yang bertengkar di taman bermain, saling menuduh, dan memulai masalah: AS dan China tampaknya sangat ingin 'bertengkar' di Laut China Selatan.

Namun, ketika Cui mengatakan semua ini di forum, citra satelit terbaru mengungkapkan penumpukan angkatan laut China yang mengejutkan dan berkelanjutan. Perkembangan pesat itu tidak diragukan lagi memicu kekhawatiran di Pentagon.

Menurut majalah Forbes, Angkatan Laut China berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, dengan cepat melampaui hampir semua angkatan laut lainnya. Setahun yang lalu tidak ada kapal serbu amfibi. Pada musim gugur, ada tiga.

Kapal induk serbu China yang baru dikenal sebagai Type-075 LHD (Landing Helicopter Docks).

Dengan luas setara dengan dua setengah lapangan sepak bola dan diperkirakan dapat menampung berat antara 30.000-40.000 ton, kapal itu pada dasarnya seperti pangkalan angkatan laut di atas air yang mampu meluncurkan kapal pendarat amfibi dari dek mereka.

Sumber mengatakan Type 075 dapat membawa hingga tiga puluh helikopter, enam di antaranya dapat lepas landas atau mendarat pada saat yang sama, memungkinkannya untuk dengan cepat mengerahkan pasukan dan pasokan ke zona perang.

Mereka telah meluncurkan kapal itu dua tahun lalu. Baru-baru ini tampaknya kapal baru telah muncul, berdasarkan gambar yang beredar di media sosial.

Itu berarti, perakitan di dok kering hanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan, Forbes melaporkan.

Dengan kecepatan ini Type-075 ketiga mungkin diluncurkan pada Oktober. Konstruksi sedang berlangsung di galangan kapal Hudong–Zhonghua di Shanghai. Kapal baru itu terlihat di dok kering yang sama tempat dua kapal pertama dipasang.

Masih belum bisa ditentukan berapa banyak Type-075 yang akan dibangun China. Namun dengan kecepatan ini, mereka bisa menyaingi armada Angkatan Laut AS dalam lima tahun, menurut Forbes.

China juga mungkin sudah merancang kapal kelas lanjutan, Type-076. Ini mungkin akan dilengkapi dengan kekuatan udara yang lebih kuat, termasuk kendaraan udara tempur tanpa awak (UCAV).

Baca Juga: AS Mulai Perang Dingin Baru dengan China?

Pernyataan Cui datang hampir dua minggu setelah pidato kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di di Yorba Linda, California, menurut laporan China Daily.

Pompeo menggunakan apa yang oleh media AS sebut sebagai "bahasa Perang Dingin yang dramatis" untuk meledakkan hubungan formal selama beberapa dekade dengan China dan menuduh Beijing mencari dominasi global.

Nye, profesor emeritus terkemuka dari Harvard, memperingatkan metafora historis mengenai Perang Dingin baru bisa menyesatkan, karena, tidak seperti persaingan dengan Uni Soviet, AS memiliki banyak perdagangan dan kontak sosial dengan China.

 

Penerjemah: Nur Hidayati

Editor: Purnama Ayu Rizky

Keterangan foto utama: Kapal induk serbu China yang baru dikenal sebagai Type-075 LHD (Landing Helicopter Docks). (Foto: Naval News)

Itulah tadi informasi mengenai Perang Dingin: China Bangun Kapal Induk Serbu Ketiga dan sekianlah artikel dari kami beritaperang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.